hipertensi

Hipertensi jarang memiliki gejala yang jelas, tanpa peringatan menyerang dengan dahsyat

KESEHATAN

Silent Killer (pembunuh diam diam), itulah hipertensi. Karena jarang memiliki gejala yang jelas, tanpa peringatan dan menyerang dengan dahsyat. Hanya satu cara untuk mengetahui tekanan darah tinggi dalam tubuh, yaitu dengan mengukur tekanan darah. Pemeriksaan darah (terutama pada orang dewasa) sebaiknya dilakukan sekali setiap lima tahun. Di Indonesia, hanya 25% penderita hipertensi yang terdiagnosis, dan kurang dari 1% yang mengkonsumsi obat penurun tekanan darah. Hal ini menjadikan hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, demikian menurut Riset Kesehatan Dasar Balitbangkes tahun 2007.

Dari 90% kasus, penyebab hipertensi belum bisa dipastikan, kemungkinan menderita tekanan darah tinggi akan semakin meningkat ketika usia bertambah. Meskipun belum diketahui dengan jelas, tapi resiko hipertensi akan meningkat jika beberapa hal berikut ini:

  1. Kelebihan berat badan.
  2. Makan banyak garam.
  3. Keturunan keluarga dengan tekanan darah tinggi.
  4. Kurang berolahraga.
  5. Kurang makan sayuran dan buah buahan.
  6. Terlalu banyak minum kopi.
  7. Mengkonsumsi banyak minuman keras atau berakohol

 

Dengan merubah pola hidup dan pola makan serta mengubah hal-hal diatas, akan merubah dan mengurangi resiko mengidap hipertensi. Diagnosis hipertensi lebih awal dibarengi dengan memperbaiki gaya hidup yang sehat, akan memperbesar penurunan tekanan darah ke tingkat normal.

Ukuran tekanan darah ditentukan oleh kekuatan darah menekan dinding pembuluh darah besar (arteri) ketika dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Arteri dan jantung akan terbebani apabila tekanan terlalu tinggi, hal inilah yang menimbulkan serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal pada penderita hipertensi.

Ada dua tekanan darah dalam tubuh kita, yang pertama tekanan sitolik (sistole) adalah tekanan darah yang dipompakan dalam pembuluh nadi, yang kedua tekanan diastolik (diastole) adalah pada saat jantung relaksasi dan tekanan darah menjadi minimum. Tekanan darah dipengaruhi oleh usia, namun secara umum tekanan darah normal manusia berkisar 120/80 mmHg. Disebut prehipertensi apabila tekana darah sistole berkisar 120-139 mmHg dan diastole 80-89 mmHg. Kalau sama atau lebih dari 140/90 mmHg, maka sudah dikategorikan Hipertensi.

Resiko hipertensi dapat dikurangi, berikut ini beberapa caranya:

  1. Menurunkan berat badan.
  2. Merubah pola hidup seperti olahraga, mengurangi stres.
  3. Mengubah pola makan yang sehat, perbanyak makan buah buahan, sayuran dan ikan.
  4. Jangan sembarangan minum obat “warungan”.
  5. Ukur tekanan darh secara berkala, minum obar hipertensi sesuai dengan petunjuk dokter.

Trending Post

  • Resensi Film

    +
    film

    Film thriller dan berita film terbaru.

    Read more ...
  • Musik

    +
    info musik

    Info musik dalam negeri dan musik luar negeri.

    Read more ...
  • Komputer

    +
    komputer dan laptop

    Info komputer dan laptop terbaru. Asus, Toshiba, Acer, Apple dll

    Read more ...