penanganan asma

Penanganan dan Pengendalian Asma

KESEHATAN

Asma adalah penyakit pernafasan, hal ini terpicu karena saluran pernafasan atau bronkus mengalami radang. Bronkus berbentuk seperti tabung kecil, yang berfungsi sebagai pembawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Pada penderita asma, bronkusnya lebih sensitif dan lebih mudah mengalami radang.

Asma terpicu karena paru-paru teriritasi, sehingga terjadi penyempitan saluran pernafasan, kemudian terjadi kontraksi otot disekitarnya dan produksi dahak meningkat. Beberapa gejala atau serangan asma akan timbul setelah fase ini, seperti batuk-batuk, sesak dan sulit bernafas. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita asma kronis, radang pada saluran pernafasan yang berulang-ulang dan sudah berlangsung lama bisa menyebabkan penyempitan permanen. Pengertian pemicu adalah sesuatu yang menyebabkan iritasi saluran nafas. Pada umumnya setiap penderita asma pemicunya berbeda beda. Beberapa hal yang dapat memicu asma diantaranya, udara dingin, debu, asap rokok, olahraga dan infeksi paru-paru.

Asma adalah penyakit keturunan. Jika salah satu atau kedua orang tuanya menderita asma, maka sesorang berpeluang besar terkena asma juga, namun demikian, seperti dilansir dari alodkter.com, masih belum disepenuhnya dipahami penyebab dasar penyakit ini.

Sampai artikel ini diturunkan, obat asma belum ditemukan, namun beberapa langkah penanganan bisa dilakukan untuk membantu pengendalian asma, yang didasarkan pada dua sasaran penting. Sasaran pertama adalah meredakan gejalanya dan sasaran kedua adalah mencegah terjadinya asma. Kedua sasaran ini berupa identifikasi dan penghindaran diri dari pemicu asma, pola hidup, serta kombinasi obat-obatan.

Asma adalah kondisi yang bisa dikendalikan, tapi memerlukan penerapan disiplin pada pencegahannya maupun penanganannya, jadi penderita asma tidak perlu khawatir dan terlalu cemas dengan penyakit ini. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan asma:

  1. Memonitor nafas
  2. Mengenali dan menghindari pemicu asma
  3. Konsultasi dengan dokter tentang perencanaan penanganan asma
  4. Mengkonsumsi obat-obatan yang disarankan dokter

 

Trending Post