Alice's in Wonderland Photo: www.scifiheaven.net

Cerita Alice's in Wonderland telah menghibur anak-anak dari berbagai generasi sejak tahun 1865

RESENSI FILM

 

Lewis caroll adalah pencipta Alice’s Adventure in Wonderland dengan tokoh-tokoh seperti white Rabbit atau kelinci putih, Queen of Hearts dan Hatter. Hebatnya, cerita ini telah menghibur anak-anak dari berbagai generasi sejak tahun 1865, awal diterbitkannya. Lewis Caroll adalah nama samaran, nama sesungguhnya adalah Charles Dogson, seorang pendeta dan pengajar matematika di Gereja, dan dia seorang yang gagap. Bagi Dogson, Wonderland adalah sarana baginya untuk membebaskan diri dari segala berbagai aturan yang ada di dunianya.

Caroll menceritakan kisah ini pertama kalinya pada tahun 1862, pada saat itu ia menceritakannya di sebuah rakit yang mengarungi sungai Thames di Oxford. Lewis menceritakannya pada Alice Liddell, seorang anak berusia 10 tahun dan kedua adiknya. Sebenarnya cerita ini jauh dari masuk akal, tetapi menyenangkan terutama bagi anak-anak.

Namun cerita anak-anak ini kemudian menjadi perhatian orang dewasa. Menurut Robert Douglas-Fairhurst, “kisah ini menggambarkan dua cerita.” Robert sendiri membuat buku The Story of Alice, menceritakan tentang sejarah dan pengaruh kisah-kisahnya serta hubungan penulisnya dengan Alice yang sesungguhnya, dan kepada siapa cerita Alice in Wonderland sebenarnya ditujukan.

Robert Douglas-Fairhurst mengatakan,”Nonsense atau tidak masuk akal bukan kebalikan dari masuk akal, tapi sejenis liburan dari akal... Alice adalah kisah dari sosok Carroll pada kehidupan nyata yang bermain-main versi mimpi yang ia kerjakan seharian.”

Pada saat buku Alice berulang tahun, berbagai acara meriah diadakan di seluruh Inggris, dan hal ini sepertinya sudah berlangsung sejak buku ini terbit, dengan berbagai karya barunya. “Ini adalah contoh betapa kisah Alice bisa dimengerti dengan beragam cara dan kenapa kita menyukainya,’” tambah Robert Douglas-Fairhurst.

Semasa hidupnya Lewis Caroll alias Charles Dogson, mengambil foto teman-teman anak-anaknya dan selalu mencari persahabatan anak-anak perempuan. Hal yang mengejutkan, diantara foto-foto tersebut terdapat foto-foto anak tanpa busana. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, namun Robert Douglas-Fairhurst mengatakan tidak ada bukti bahwa Carroll memiliki perasaan terhadap anak-anak tersebut, yang ada hanyalah ras sayang sebagai orang tua atau sifat melindungi seorang ayah.

 

Trending Post

  • Kesehatan

    +
    kesehatan

    Info mengenai kesehatan, penyakit, gejala dan pengobatannya

    Read more ...
  • Musik

    +
    info musik

    Info musik dalam negeri dan musik luar negeri.

    Read more ...
  • Komputer

    komputer dan laptop

    Info dan berita komputer dan laptop terbaru

    Read more ...